PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENDAMPINGAN DESA WISATA

  • 2 min read
  • Des 08, 2021

PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENDAMPINGAN DESA WISATA

DESA WISATA

Desa wisata dalam konteks wisata pedesaan dapat disebut sebagai aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi pedesaan dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke lokasi desa tersebut.

KARAKTERISTIK DESA WISATA

  1. Aksesbilitasnya baik, sehingga mudah dikunjungi wisatawan dengan menggunakan berbagai jenis alat transportasi.
  2. Memiliki obyek-obyek menarik berupa alam, seni budaya, legenda, makanan local, dan sebagainya untuk dikembangkan sebagai obyek wisata.
  3. Masyarakat dan aparat desanya menerima dan memberikan dukungan yang tinggi terhadap desa wisata serta para wisatawan yang datang ke desanya.
  4. Keamanan di desa tersebut terjamin.
  5. Tersedia akomodasi, telekomunikasi, dan tenaga kerja yang memadai.
  6. Beriklim sejuk atau dingin.
  7. Berhubungan dengan obyek wisata lain yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

PRINSIP PENGEMBANGAN DESA WISATA

  1. Produk Wisata
    1. Keaslian  (Authenticity)
    2. Tradisi Masyarakat Setempat  (Local Tradition)
    3. Sikap dan Nilai (Attitudes and Value)
    4. Konservasi   dan   Daya   Dukung  (conservation dan Carrying Capacity)
  1.  Sumber Daya Manusia Yang Kompeten dan Profesional
  2. Pengelolaan Desa Wisata
  3. Promosi dan Pemasaran Yang Fokus dan Selektif
  4. Investasi yang Berorientasi pada Aset Lokal

USP atau nilai jual keunikan sebuah produk adalah fitur yang membuat satu destinasi pariwisata berbeda dari pesaing. USP harus memenuhi kriteria berikut:

  • Berharga untuk pengunjung (tidak hanya berbeda, tetapi harus bernilai dimata pengunjung).
  • Langka di antara destinasi wisata pesaing saat ini dan memiliki potensi.
  • Tidak mudah ditiru (Imperfectly imitable).
  • Tidak ada pengganti strategis yang setara untuk aset atau keterampilan.

Pengelolaan Destinasi

  • Pengelolaan destinasi adalah pendekatan profesional untuk memberikan petunjuk kepada upaya untuk menjadikan pariwisata sebagai aktivitas ekonomi.
  • Pengelolaan destinasi melibatkan manajemen bauran destinasi (daya tarik wisata, amenitas, dan aksesibilitas) yang terkoordinasi dan terintegrasi.
  • Pengelolaan destinasi yang efektif memerlukan perencanaan pariwisata jangka panjang, pemantauan yang berkelanjutan, dan evaluasi.

Selengkapnya tentang PENGEMBANGAN PENGELOLAAN DAN PENDAMPINGAN DESA WISATA

Oleh
Dr. HARYADI DARMAWAN,MM
LEKTOR KEPALA
PEMBANTU KETUA BIDANG KERJASAMA DAN PENJAMINAN MUTU

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *